Kamis, 08 April 2010

pencegahan Osteoporosis

PENCEGAHAN OSTEOPOROSIS

OSTEOPOROSIS adalah penyakit tulang yang mempunyai sifat-sifat khas berupa masa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat akhirnya menimbulkan kerapuhan tulang.Dr Adenan Abadi SpOG, staf Bagian Obstetri & Ginekologi RS Dr Mohammad Hosein (RSMH)/ FK Unsri Palembang mengatakan, klasifikasi osteoporosis ada 2 yaitu, osteoporosis primer dan osteoporosis sekunder. Osteoporosis primer sering menyerang wanita pascamenopause dan juga pada pria usia lanjut dengan penyebab yang belum diketahui, sedangkan osteoporosis sekunder, disebabkan oleh penyakit yang berhubungan dengan kelainan hepar, kegagalan ginjal kronis, kurang gerak, kebiasaan minum alkohol, pemakai obat-obatan atau corticosteroid, kelebihan kafein, merokok dan gaya hidup.

Kategori osteoporosis :
• Osteoporosis post menopause  terjadi pada wanita setelah memasuki masa menopause terjadi karena kekurangan estrogen (hormon utama pada wanita), yang membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita. Biasanya gejala timbul pada wanita yang berusia diantara 51-75 tahun, tetapi bisa mulai muncul lebih cepat ataupun lebih lambat.
• Osteoporosis terkait usia  terjadi setelah massa tulang puncak tercapai sekitar umur 30 an, akibat dari kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan diantara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang yang baru.
• Osteoporosis Sekunder  terjadi akibat penggunaan obat-obat tertentu (misal golongan kortikosteroid, barbiturate, anti kejang dan hormone tiroid yang berlebihan) atau tindakan medis lainnya (gagal ginjal kronis dan kelainan hormonal (terutama tiroid, paratiroid dan adrenal).
• Osteoporosis juvenil idiopatik merupakan jenis osteoporosis yang penyebabnya tidak diketahui. Hal ini terjadi pada anak-anak dan dewasa muda yang memiliki kadar dan fungsi hormon yang normal, kadar vitamin yang normal dan tidak memiliki penyebab yang jelas dari rapuhnya tulang.

Gejala
Gejala umum yang sering terjadi adalah penurunan tinggi badan, tulang punggung bengkok ke arah depan dan ke arah belakang, nyeri pada tulang atau fraktur.


Pilihan Terapi untuk Penderita/ Pencegahan Osteoporosis
• Kalsium/ dengan vitamin
Supplemen kalsium membantu mencegah dan mengobati osteoporosis pada pasien yang kurang mendapat asupan kalsium.
• Produk nutrisi/ enteral
Selain suplemen kalsium, di pasaran juga tersedia beberapa produk nutrisi atau enteral yang mengandung kalsium dalm jumlah yang diperlukan untuk mencegah osteoporosis.
• Estrogen dan progesteron serta preparat sintetiknya
Estrogen sistemik yang diberikan pada terapi sulih hormon berfungsi mengganti estrogen alami tubuh yang hilang atau berkurang, sehingga dapat mencegah progresivitas osteoporosis.
• Obat metabolisme tulang
Obat-obatan untuk pengobatan/ pencegahan oteoporosis. Caltonin, misalnya, bermanfaat untuk meningkatkan massa tulang atau membantu memperlambat proses pengurangan massa tulang.
• Suplemen
Multivitamin dan mineral, kacang-kacangan, sunflower, sesame seeds (biji wijen).

Penanganan
 Penanganan secara non farmakologi antara lain mengurangi konsumsi kopi, menghentikan kebiasaan merokok, aerobic dan latihan beban (misalnya berjalan kaki, naik tangga).
 Penanganan secara farmakologi yaitu :
a. Terapi untuk meningkatkan kepadatan tulang kalsium, vitamin D dan metabolitnya, kalsitonin, estrogen dan terapi hormonal.
Kalsium dan vitamin D harus dikonsumsi oleh semua wanita, terutama yang menderita osteoporosis untuk mencegah terjadinya penyerapan tulang yang berlebihan.
b. Terapi Pembentukan tulang dengan pemberian hormon paratiroid


• Pencegahan sekunder
Dalam kondisi ini pasien sudah terdiagnosis osteoporosis sehingga upaya pencegahan lebih ditujukan menghindari patah tulang. Pencegahannya sama seperti pencegahan primer.
Sementara latihan fisik yang dianjurkan pada pencegahan sekunder ini lebih bersifat spesifik dan individual. Latihan harus difokuskan pada aktivitas yang membuka dada (extension exercise)”. Tidak melakukan gerakan sit up karena itu akan memperburuk kondisi osteoporosis.
Untuk mencegah patah tulang akibat osteoporosis, maka jangan lupakan pencegahan jatuh. (baca; Aktif mandiri di usia emas). Pemberian hip pad (bantalan pada panggul), dapat membantu mencegah terjadinya patah tulang panggul pada penderita osteoporosis jika terjatuh.
• Pencegahan tertier
Pencegahan tertier lebih ditujukan pada pasien osteoporosis yang telah mengalami patah tulang. Dalam kondisi ini diusahakan agar pasien tidak imobilisasi terlalu lama. Sejak awal direncanakan mobilisasi, mulai dari pasif hingga aktif dan berfungsi mandiri agar kualitas hidup tetap terjaga. Sementara obat yang diberikan adalah biphosponate, calcitonin, NSAID bila terasa nyeri.
• Program rehabilitasi medis pada pencegahan primer bertujuan untuk
o Mengurangi nyeri
o Meningkatkan mobilitas
o Meningkatkan kemandirian
o Meningkatkan kualitas hidup
• Kapan melakukan pemeriksaan densitas tulang (Bone Mineral Density)?
o Mempunyai faktor risiko osteoporosis
o Mempunyai riwayat keluarga osteoporosis
o Riwayat patah tulang setelah usia 45 tahun.
o Menggunakan steroid jangka panjang.
o Postmenopausal, dan tidak dalam estrogen